Mengenal Tanah Longsor

Curah hujan yang turun makin tinggi di akhir tahun memang rawan menimbulkan mala seperti tanah longsor. Badan Nasional Penanggulangan mala (BNPB) mencatat setidaknya 511 insiden tanah longsor terjadi di Indonesia sepanjang 2021.

BNPB sendiri menggambarkan longsor adalah keliru satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng dampak terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Selain masuknya air ke pada tanah, ada beberapa faktor lain yg bisa mengakibatkan tanah longsor. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari lebih rinci mengenai tanah longsor pada antaranya:

10 Penyebab Area Rawan Longsor
1. Curah Hujan Tinggi
2. Gempa
tiga. Tanah yg Kurang Padat
4. Lereng Terjal
5. Erosi & Penggundulan Hutan
6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan
7. Area Pertanian pada Lereng
8. Batuan yg rapuh
9. Material Timbunan di Tebing
10. Beban Berat di Tanah

Jenis-Jenis Tanah Longsor
1. Longsor Translasi
2. Longsor Rotasi
3. konvoi Blok
4. Runtuhan Batu
lima. Rayapan Tanah
6. sirkulasi Bahan Rombakan

10 Penyebab Area Rawan Longsor
lalu bagaimana bisa terjadi longsor? Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) DIY melalui situs resminya mengungkapkan proses terjadi longsor merupakan ketika air yang meresap ke pada tanah menambah bobot tanah. waktu air tersebut menembus tanah rapat air yang menjadi bidang gelincir, tanah pun sebagai licin dan akhirnya beranjak keluar asal lereng.

1. Curah Hujan Tinggi
Menjelang demam isu penghujan antara September hingga puncaknya pada Desember, risiko terjadinya tanah longsor semakin besar . Selama demam isu kemarau, kadar air di tanah cenderung akan menguap serta membuat pori-pori atau retakan.

saat animo hujan tiba, air akan memenuhi celah tersebut dan membuat tanah melunak pada ketika singkat. waktu fenomena ini terjadi, pergerakan tanah mulai terjadi serta mengakibatkan longsor.

2. Gempa
Getaran hebat yang dihasilkan sang gempa bumi dapat memecah tanah dalam waktu cepat dan akhirnya menjadi longsor. tidak hanya gempa, getaran  asal mesin, ledakan, atau tunggangan yang lewat juga bisa menyebabkan tanah longsor.

3. Tanah yang Kurang Padat
Kerapuhan tanah tidak hanya terjadi dampak trend kemarau. Jenis tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih asal dua,5m dengan sudut lereng mencapai 220 derajat jua berisiko mengalami longsor. kedua jenis tanah tersebut sangat praktis pecah waktu panas serta lembek saat diguyur air.

4. Lereng Terjal
Longsor merupakan mala yg mudah terjadi waktu berurusan menggunakan lereng atau tebing terjal. Hal ini sebab semakin terjal lereng maka gaya pendorongnya jua makin besar . Pembentukan lereng dan tebing terjal sendiri terjadi dampak pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.

lima. Erosi & Penggundulan Hutan
tak hanya membentuk oksigen, hutan pula sangat penting buat mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsor. sebab itu, wilayah yg gundul akibat penebangan hutan berisiko lebih tinggi mengalami erosi serta tanah longsor. Erosi sendiri terjadi akibat abrasi air sungai atau laut ke arah tebing. Tanpa adanya tumbuhan, tanah yg terkena erosi akan makin cepat mengalami longsor

6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan
Longsor artinya bencana yang berkaitan erat menggunakan air. Bila bagian atas air danau atau bendungan susut secara cepat, gaya resistor pada tanah akan hilang. Akibatnya, tanah akan retak dan berpotensi mengalami longsor. kondisi bisa diperparah Bila kemiringan bendungan mencapai 220 derajat.

7. Area Pertanian pada Lereng
huma pertanian di lereng dapat berpotensi mengakibatkan tanah longsor. alasannya sederhana, jenis bibit yang ditanam umumnya tak memiliki akar bertenaga buat mengikat bulir tanah. Ditambah dengan penataan huma perkebunan yg buruk dan genangan pada air pada petak pertanian semakin menaikkan risiko longsor.

8. Batuan yg rapuh
selesainya erupsi, gunung berapi umumnya meninggalkan batuan endapan dan sedimen yg artinya adonan antara kerikil, batu lempung, dan pasir. Material tersebut umumnya kurang bertenaga serta praktis sekali buat mengalami proses pelapukan sebagai akibatnya mudah longsor.

9. Material Timbunan di Tebing
pada proyek pembangunan dan perluasan area, biasanya akan dilakukan proses pemotongan tebing serta tanah residu akan ditumpuk pada lembah. Tanah tersebut umumnya belum padat tepat sebagai akibatnya simpel sekali terjadi longsor waktu diguyur hujan lebat.

10. Beban Berat pada Tanah
Jalan raya yg umumnya dibangun pada pinggir lereng akan menerima tekanan dari kendaraan buat ketika usang. lama -kelamaan, tekanan tadi dapat memperbesar gaya dorong tanah hingga akhirnya mengakibatkan tanah longsor.

artikel lainnya.

Pelantikan Fungsionaris Fakultas dan Pascasarjana Universitas Medan Area

%d blogger menyukai ini: