Syarat Sertifikasi Dosen 2021

sertifikasi dosen dikti. aplikasi sertifikasi dosen Dikti yg digelar setiap tahun merupakan bertujuan buat menaikkan kualitas sdm pada kalangan dosen. Dosen memiliki tanggung jawab yg sangat akbar serta bekerjasama dengan menaikkan kualitas sdm pada Indonesia. Dikatakan demikian karena dosen akan mengajar mahasiswa serta dalam kurun saat 4 tahun sudah wajib siap terjun ke tengah rakyat serta global industri.

Tanpa ditunjang menggunakan kualitas yg baik asal pihak dosen maka akan sangat sulit menyiapkan generasi belia menjadi sdm berkualitas. Mencoba mengatasi kemungkinan tersebut maka pemerintah bersama Kemendikbud mengadakan sertifikasi dosen. Yakni buat mengklaim seluruh dosen sudah memiliki kompetensi menjalankan tugas dosen.

sertifikasi Dosen Dikti
sertifikasi dosen Dikti bisa didefinisikan menjadi proses anugerah sertifikat pendidik kepada dosen. acara tunjangan profesi dosen atau serdos ini sendiri diketahui memiliki sejumlah tujuan. dimulai berasal meningkatkan mutu pendidikan nasional sampai mempertinggi kesejahteraan dosen yg bersangkutan.
Dikatakan demikian, karena seperti penerangan sebelumnya sertifikasi dosen diperlukan bisa mengklaim mutu dosen menjadi tenaga pendidik di perguruan tinggi. sehingga mampu membantu membangun kurikulum pendidikan tinggi yang berkualitas buat kemudian mencetak lulusan dengan kualitas yang unggul.
Kesejahteraan dosen pula lebih terjamin, karena dengan memiliki sertifikasi maka dosen berhak mendapatkan tunjangan dari pemerintah. Tentunya menggunakan sejumlah syarat, selain telah harus lolos tunjangan profesi. jua sudah melaporkan BKD (Beban Kerja Dosen) sinkron dengan ketentuan, dimana per semester terdapat BKD sebanyak 12 hingga 16 SKS.
tidak hanya sampai disitu saja, tunjangan sertifikasi akan rutin diterima dosen sepanjang karirnya menjadi dosen. sertifikasi ini pula membuka kesempatan lebih bagi dosen buat menerima penghasilan tambahan. misalnya mampu terus naik jabatan akademik menjadi Lektor atau langsung ke Lektor kepala, dimana ada tunjangan khusus atas jabatan tadi.
Belum lagi menggunakan kesempatan akademik lain yang lebih praktis buat dihasilkan. Tentunya permanen membutuhkan komitmen para dosen buat terus menorehkan prestasi. Yakni menggunakan penekanan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sampai memasuki usia purna tugas.

syarat tunjangan profesi Dosen Tahun 2021

tunjangan profesi dosen Dikti yg bertujuan buat mencapai tujuan pendidikan nasional serta mensejahterakan dosen. lalu mempunyai sejumlah kondisi, syarat ini wajib dipenuhi dosen buat bisa mengikuti tunjangan profesi yang digelar setiap setahun sekali sebanyak 3 gelombang.
lalu, apakah menggunakan memenuhi sejumlah syarat tersebut maka dosen yang bersangkutan dijamin mendapatkan sertifikasi? Ternyata tidak. Dosen masih harus berjuang untuk mengambarkan kualitas diri atau kompetensi yg dimilikinya sebagai tenaga pendidik. Proses tunjangan profesi kemudian dilakukan dengan beberapa tahapan.
Setiap tahapan wajib dipersiapkan dosen menggunakan baik buat mampu lolos dan lalu berhak menerima sertifikasi. Adapun yg dimaksud dengan syarat-syarat tunjangan profesi dosen Dikti pada tahun 2021 merupakan sebagai berikut:
1. mempunyai NIDN atau NIDK
kondisi yg pertama merupakan mempunyai NIDN atau angka Induk Dosen Nasional yg tentunya hanya bisa dimiliki sang para dosen permanen. Selain dosen permanen, khusus buat Dokter Pendidik Klinis (PDK) maupun dosen tidak tetap harus mempunyai NIDK atau angka Induk Dosen spesifik.
NIDN dan NIDK membantu para dosen menerima pengakuan menjadi tenaga pendidik. Dimana data diri mereka menjadi tenaga pendidik pada perguruan tinggi masing-masing sudah tercatat di PD Dikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Bila dosen sudah diangkat sebagai dosen permanen serta belum mempunyai NIDN.
Maka usahakan berkonsultasi dengan pihak kampus atau bagian akademik. sehingga akan dibantu buat menerima NIDN, sebab memang harus diurus serta mengikuti sejumlah prosedur. Pengurusan NIDN pula perlu memenuhi sejumlah syarat, serta detailnya mampu dikonsultasikan dengan bagian akademik secara langsung.
2. Memangku Jabatan Asisten pakar
syarat yg kedua untuk mengikuti tunjangan profesi dosen Dikti tahun 2021 artinya memangku jabatan Asisten pakar. Jabatan akademik ini ialah jabatan minimal yg wajib dimiliki sang calon peserta tunjangan profesi dosen. Sama seperti NIDN, untuk bisa memangku jabatan Asisten ahli pula perlu memenuhi sejumlah syarat.
misalnya saja buat dosen PNS, umumnya setelah membuktikan ijazah pendidikan S2 di bidang keilmuan masing-masing. Maka sudah mendapatkan nomor kredit sebanyak 150 secara otomatis. sebagai akibatnya mampu eksklusif diangkat buat menjabat Asisten pakar.
Jadi, bagi para dosen yang belum lulus atau belum melanjutkan studi S2 usahakan segera menyusun planning buat segera lulus. sebagai akibatnya bisa mengajukan diri menjadi Asisten pakar dan lalu bisa memenuhi kondisi buat mengikuti program tunjangan profesi dosen, yg tahun ini dikenal dengan kata Serdos Smart 2021.
tiga. memiliki Pangkat serta Golongan atau Inpassing
syarat ketiga buat mengikuti program tunjangan profesi dosen Dikti adalah memiliki pangkat serta golongan spesifik buat dosen PNS. Secara awam dosen PNS yg bertugas di PTN maupun swasta memiliki pangkat serta golongan. Seiring berjalannya masa dinas atau tugas, pangkat serta golongan akan terus naik.
Sedangkan buat dosen non PNS, tentunya tidak mempunyai pangkat serta golongan maka diwajibkan buat mempunyai SK Inpassing. Yakni surat keputusan yg menandakan dosen tersebut setara menggunakan dosen PNS. Pengurusannya sendiri melalui pihak kampus dan diteruskan ke pihak kopertis di daerah masing-masing.
dalam mengurus SK inpassing jua terdapat sejumlah syarat yg harus dipenuhi dosen. contohnya sudah memiliki NIDN, memenuhi syarat kualifikasi akademik yg ialah sudah lulus S2, serta lain sebagainya. sehingga perlu diurus jauh-jauh hari, sehingga waktu gelombang tunjangan profesi dosen dibuka bisa langsung ikut mendaftar.
4. Masa Kerja Sekurang-Kurangnya 2 Tahun
Masih berafiliasi menggunakan syarat tunjangan profesi dosen Dikti di poin ke 2, dimana dosen harus menjabat sebagai Asisten pakar. intinya tidak lantas para Asisten pakar bisa pribadi ikut sertifikasi dosen. Masih terdapat kondisi tambahan, yakni sudah sebagai Asisten ahli sekurang-kurangnya selama 2 tahun berturut-turut.
Jadi, usai surat pengangkatan diterima atau SK naik jabatan Asisten ahli diterima dan diberi tugas sang kampus sesuai Tri Dharma. Maka semenjak saat itu jua masa 2 tahun tersebut dihitung. sehingga para dosen yg ingin mengikuti tunjangan profesi perlu menjabat Asisten ahli minimal selama 2 tahun.
Jika sudah, barulah mampu memenuhi syarat satu ini sebagai akibatnya mampu ikut mendaftar dan lalu berjuang buat lolos sertifikasi. Bila belum, maka mau tidak mau harus bersabar buat menunggu tunjangan profesi tahun depan. Atau tahun depannya lagi Bila jabatan Asisten ahli belum genap dipangku selama 2 tahun.
lima. Memenuhi BKD
Setiap dosen dalam kurun saat satu semester atau 6 bulan memiliki kewajiban buat menyusun BKD (Beban Kerja Dosen). Penyusunannya memang memakan saat sebab tugas dosen sendiri sangat poly. Proses input BKD jua sudah secara online, dan selain melaporkan tugas Tri Dharma apa saja yang sudah dilaksanakan.
Dosen pula perlu atau harus melampirkan sejumlah dokumen menjadi bukti atas aplikasi tugas-tugas tersebut. Bila telah memenuhi BKD maka dosen mampu mengurus sejumlah urusan, termasuk mengurus kesertaan pada sertifikasi dosen Dikti 2021.
karena keliru satu kondisi buat mampu mendaftarkan diri menjadi peserta sertifikasi dosen adalah memenuhi BKD. Itupun tidak hanya satu semester melainkan 4 semester atau dua tahun secara berturut-turut. Jadi, sebaiknya dosen disiplin update laporan BKD pada software SISTER. sehingga bisa segera mendaftar ketika BKD terpenuhi dan gelombang tunjangan profesi dosen telah resmi dibuka.
6. Lulus TKDA
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dosen yg sebagai peserta tunjangan profesi dosen Dikti di tahun ini jua diwajibkan lolos passing grade buat TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik). Tes TKDA sendiri harus dilakukan pada lembaga resmi yang telah diakui sang Kemenristekdikti.
TKDA pula menjadi tes harus dilakukan dosen di tunjangan profesi dosen tahun-tahun yang telah lewat. sebab membuktikan kemampuan dasar akademik dosen telah mumpuni. Adapun passing grade atau nilai ambang batasnya merupakan di grade 4 atau setara menggunakan 530 poin.
poly dosen yang menerka TKDA merupakan hal praktis serta ada jua yang menganggap sertifikasi dosen ialah masalah mudah. Hal ini yg membentuk dosen tadi menyepelekan TKDA maupun sertifikasi itu sendiri dan pada akhirnya tidak lolos. ada baiknya rajin belajar mengenai materi TKDA serta rajin latihan agar lolos passing grade.
7. Lulus TKBI
syarat selanjutnya buat mampu mengikuti tunjangan profesi dosen Dikti merupakan lulus passing grade buat TKBI (Tes Kemampuan Bahasa Inggris). Sama mirip TKDA, TKBI juga diwajibkan dilakukan pada lembaga resmi yang sudah diakui sang Kemenristekdikti. sehingga nilai yang dihasilkan diakui.
Sama pula menggunakan TKDA, pada akibat TKBI jua diwajibkan lolos passing grade pada level 4. Yakni setara dengan 477 poin, sebagai akibatnya nilai 477 ini ialah nilai minimal yg wajib diraih. Bila mampu di atasnya maka bisa lebih baik karena sudah dipastikan memenuhi kondisi satu ini.
Inilah alasan kenapa para dosen wajib belajar bahasa Inggris dengan tekun. sebab ada keajaiban untuk mendapatkan nilai 477 ketika TKBI dilakukan serta meliputi tes TOEFL juga yang lainnya. Selain itu jua berhubungan menggunakan kemungkinan dosen perlu melanjutkan pendidikan tinggi keluar negeri.
8. mempunyai tunjangan profesi AA serta PEKERTI
kondisi terakhir buat bisa mengikuti sertifikasi dosen merupakan memiliki tunjangan profesi AA (Applied Approach) dan PEKERTI (acara Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional). 2 training ini buat menunjang kompetensi dosen pada global mengajar, dan tentunya harus untuk diikuti.
AA juga PEKERTI tak bisa berasal diikuti pada sembarang forum, melainkan pada forum yang jua diakui sang Kemenristekdikti. forum ini intinya artinya perguruan tinggi, yang totalnya terdapat 57 perguruan tinggi di Indonesia yang memenuhi standar untuk melaksanakan training AA serta PEKERTI.
Setiap dosen berhak buat mengikuti pembinaan tadi pada perguruan tinggi terdaftar yang lokasinya paling dekat. karena tidak semua perguruan tinggi pada Indonesia memenuhi standar sebagai pelaksana.
Proses buat mengikuti pembinaan AA dan PEKERTI pula terdapat sejumlah kondisi yang harus dipenuhi. Jika belum mengikutinya, maka bisa fokus dulu mengikuti pembinaan tersebut baru kemudian penekanan ke tunjangan profesi dosen.
Perubahan di Tahapan sertifikasi Dosen
Jika membahas tentang sertifikasi dosen Dikti maka tidak hanya membahas mengenai persyaratan. Melainkan juga membahas tentang tahapan dari tunjangan profesi dosen itu sendiri. Selama ini tunjangan profesi dosen dilaksanakan menggunakan melewati 5 tahapan, ini berlaku sebelum Serdos Smart 2021 dilaksanakan. Berikut detailnya:
1. termin I
termin pertama dianggap dengan kata D1, yakni termin dimana dosen calon peserta sertifikasi mengisi data di situs forlap Dikti. Dosen perlu mempunyai akses masuk dan menghasilkan akun di Forlap Dikti tadi buat mampu mulai mengisi sejumlah data diri dosen serta detail lainnya.
2. tahap II
Selanjutnya pada tahap II yang disebut dengan kata D2 adalah tahap dimana calon peserta tunjangan profesi dosen akan ditentukan apakah mampu mengikuti tunjangan profesi atau tak. Jadi, asal termin ini akan timbul daftar nama dosen yang bisa ikut sertifikasi dosen.
3. termin III
termin selanjutnya artinya termin III atau D3 dimana pada tahap ini adalah proses validasi asal dosen yang namanya masuk daftar dosen peserta tunjangan profesi. Proses validasi ini disesuaikan menggunakan ketentuan yang terdapat, serta harus dilewati oleh seluruh peserta sertifikasi.
4. tahap IV
pada tahap IV atau D4 adalah tahap buat memvalidasi biodata dosen peserta tunjangan profesi. Selain itu pula buat pemenuhan kompetensi buat tes TKDA serta jua tes bahasa Inggris, yaitu TOEP. Sekaligus termin buat melakukan penilaian persepsional dan penilaian adonan.
lima. termin V
tahap terakhir adalah termin V atau D5 artinya termin final serta terdiri dari proses menyusun deskripsi diri atau DD. Sekaligus termin melakukan evaluasi terhadap DD yang disusun dosen peserta tunjangan profesi dan yudisium. Atau proses penentuan, dosen siapa saja yang lulus tunjangan profesi dan berhak mendapatkan sertifikat.
kemudian, memasuki tahun 2021 tunjangan profesi dosen oleh Ditjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) diubah sistem dan prosedurnya. Masih secara online hanya saja lebih disempurnakan lagi dengan sistem yang saling terintegrasi. Perubahan ini juga membarui tahapan pada sertifikasi dosen yang tadinya 5 termin, menjadi 3 tahap. Yaitu:
termin I
tahap pertama yang kemudian diklaim menggunakan istilah T1 merupakan tahap awal. Berisi proses penyusunan portofolio dosen melalui software SISTER dan pula memilih status asal calon DYS (Dosen yg Disertifikasi) ke status DYS. sebagai akibatnya di tahap ini ditentukan dosen mana saja yang berhak mengikuti Serdos Smart 2021.
tahap II
termin selanjutnya adalah tahap II atau T2 yg terdiri dari 3 poin kegiatan, yaitu:
penilaian persepsional.
Penyusunan PDD-UKTPT yang dulunya dikenal dengan istilah pelukisan Diri.
Pengajuan evaluasi eksternal.
termin III
tahap akhir merupakan termin III atau T3 yang terdiri pula berasal tiga poin kegiatan atau penilaian. Yaitu:
penilaian terhadap PDD-UKTPT sang asesor.
Penentuan kelulusan dosen dalam mengikuti sertifikasi.
Penerbitan tunjangan profesi dosen buat dosen yg dinyatakan lulus.
dari penerangan pada atas tentang sertifikasi dosen Dikti yg dilaksanakan di tahun 2021 telah mengalami penyederhanaan tahapan. Selain itu, seluruh proses pengurusan tunjangan profesi dilakukan online serta meminimalkan kemungkinan melakukan pekerjaan yang sama berulang kali. Jadi, dosen cukup input portofolio pada software SISTER.
Selebihnya, portofolio ini akan terhubung atau terintegrasi dengan software lain yang bekerjasama dengan pengurusan tunjangan profesi dosen. sehingga tidak perlu lagi mengunggah dokumen, mengisi data eksklusif, dan lain sebagainya. karena sudah dilakukan di aplikasi lain, sehingga mengurangi pekerjaan dosen saat mengurus tunjangan profesi.
Meskipun tahapan di pada Serdos Smart 2021 dirancang lebih sederhana, poly dosen yg mengaku justru lebih menantang sebab diklaim lebih sulit. Meskipun begitu, tidak semua dosen mengalami kesulitan buat memenuhi kondisi yang ada dan mengikuti tahapan yg diberlakukan.
sebaiknya telah menyiapkan diri menggunakan baik, mulai berasal persiapan fisik hingga mental. semua dokumen yg menjadi kondisi buat mengikuti sertifikasi dosen Dikti 2021 sebaiknya sudah siap. sebagai akibatnya saat gelombang pendaftaran dibuka mampu eksklusif bergabung dan mengikuti semua tahapan yg dijelaskan pada atas.

artikel lainnya.

Daftar Nominasi Peserta Sertifikasi Dosen (SERDOS) Tahun 2021

%d blogger menyukai ini: